You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ratusan Santri Pondok Pesantren AFKN Lakukan Wisata Religi di Pulau Panjang
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Wisata Religi di Pulau Panjang Ramai Pengunjung

Lokasi wisata religi di Pulau Panjang, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, ramai dikunjungi peziarah.

mengenal sejarah Islam di wilayah Kepulauan Seribu

Sekretaris Kelurahan Pulau Kelapa, Muslim menuturkan, lokasi wisata religi Pulau Panjang yang terdapat Makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria, mendapatkan kunjungan ratusan santri dari Pondok Pesantren Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN), Kamis (12/5). Kunjungan dari para santri ini diharapkan dapat menjadi pemicu kunjungan para santri atau wisatawan lainnya.

“Kunjungan ini menandakan bahwa wisata religi yang dibangun Kabupaten Kepulauan Seribu mendapat perhatian. Mengingat sebelumnya Makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria ini juga sudah banyak dikunjungi peziarah pascalebaran kemarin,” ujar Muslim, Jumat (13/5).

Junaedi Cek Pembangunan Masjid dan Makam di Pulau Panjang

Dikatakan Muslim, di lokasi wisata religi tersebut juga dibangun masjid yang dilengkapi fasilitas tempat berwudu dan toilet. Keberadaan masjid ini diharapkan bisa lebih mengembangkan lokasi wisata religi di Pulau Panjang. Bahkan, Pemkab Kepulauan Seribu juga sudah membuat jalan penghubung dari dermaga hingga ke masjid.

“Insya Allah keberadaan wisata religi ini dapat menarik perhatian pengunjung untuk lebih mengenal sejarah Islam di wilayah Kepulauan Seribu,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye7726 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1286 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1188 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1063 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye933 personBudhi Firmansyah Surapati